MEMAKNAI HUJAN
Genre: Fantasi
Kategori: Puisi
Paparan sejak 06 September 2016
Penilaian Purata:
(1 orang telah menilai karya ini)
277

Bacaan






MEMAKNAI HUJAN

Hujan di suatu petang
kita berlari-lari riang
bercerita tentang mentari
tentang pelangi, bulan dan bintang
riuh yang merungkai kalam hati
langit petang tidak pernah berdusta
jika hujan; maka hujanlah
jika kemarau; maka kemaraulah
demikian lahiriah kehidupan tercipta.

Ah!
tapi mengapa?
rintik-rintik hujan berjaruman menimpa tanah, singgah di kakiku lencun
sedikit pun belum memadam nanah membusuk sarat
suara itu memetir membelah bumi
ranap harapan untuk menjahit
carik luka yang terkesan lamanya
sungguh; dalam gigil sukarnya kulukis kuntuman senyum tatkala rawan mengunci kemuncak rindu kita.

Mujur ada pelangi
indah warnamu cintaku berputik
aku mendongak mencari sinar harapan
pada jaluran pelangi
andai saja aku bisa berlari
membalut tubuh dengan tujuh warnamu
jalur merah menjadi pilihanku
kerana aku tahu itulah warna hatimu dan hatiku.



Klik di sini jika bacaan spam!
Kami, (Ilham Grup Buku Karangkraf) tidak bertanggungjawab di atas setiap pandangan dan pendapat yang diutarakan melalui laman sosial ini. Ia adalah pandangan peribadi pemilik akaun dan tidak semestinya menggambarkan pandangan dan pendirian kami. Kami juga berhak tidak memaparkan komen-komen yang melanggar terma dan syarat yang telah ditetapkan
  Terhangat di Grup Buku